Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Diary’ Category

I’m come back…

Assalamu’alaykum sahabat semua..

pintu

Rindu untuk hadir kembali disini, rumah sederhana yang sekian lama ditinggalkan..

Apa kabar semua?

Mudah-mudahan semua dalam keadaan baik ya..

Aaahh.. Benar-benar rindu..

Terimakasih yang tak terkira saya haturkan untuk:

1. Sahabat yang masih setia datang dan memecah kesunyian walaupun rumah lama saya tinggalkan,

2. Sahabat yang memotivasi saya untuk kembali hadir dan menghidupkan rumah ini lagi,

3. Suami tercinta yang untuk memenuhi janji kepadanya saya menulis kembali disini,

4. Sahabat-sahabat tercinta yang karena kerinduan ini saya kembali.

Untuk semuanya, saya kembali bersiap berbagi seribu cerita, ceria, cinta, cita dan semua yang engga bisa saya sebutkan satu persatu..

Mohon do’a semua agar hadir kembalinya saya dapat membawa kebaikan bagi semua..

Amiin.. ^^

Read Full Post »

Ar Rahmaan.. Layakkah untukku???

Akad itu terucap sudah.

“Mujahidku kini aku istrimu”, ucapku haru dalam hati..

Kini tiba saatnya engkau memberikan mahar untukku..

Mahar yang telah kita sepakati.

“Ar Rahmaan”

Dihadapan semua yang hadir menyaksikan akad indah ini, kau mulai membacakannya untukku.

Satu surat yang selama kurang lebih satu bulan ini kau hafal.

Dadaku bergetar, seolah merasakan perasaan grogi yang sejak tadi pagi kau rasakan.

Dingin, khawatir perasaan grogi ini membuatmu lupa atau salah membacakannya..

Semua kini memandangimu suamiku.. namun kau tetap duduk tenang dengan kepala tertunduk.

Tapi ups… kau melihatku kini, walau hanya sesaat namun aku merasa kau sedang meminta do’a dan dukunganku.

Bismillah.. “insya Allah bisa suamiku” kataku dalam hati diiringi anggukan untuk meyakinkanmu.

Subhanallah… satu per satu ayat kau lantunkan.. dengan getaran yang sungguh terasa..

Mataku berkaca-kaca menyimaknya, seolah semuanya seperti air yang menyejukkan dahagaku..

Membawaku hanyut dalam haru yang dalam.

Aku tak pedulikan semua yang ada disini.. yang kutau hanya ada engkau, aku, Ar Rahmaan dan Allah..

Jilbab putihku kini basah, ayat-ayat syahdu itu yang menumpahkan air mata bahagia ini.

Terimakasih mujahidku, pelengkap setengah diinku.. atas hari terindah ini..

aku bahagia

ūüôā (more…)

Read Full Post »

Sabtu 02.30 am.  di kota kelahiran..

Dingin menusuk sampai tulang membawaku terbangun dalam redupnya cahaya malam. Rasa kantuk yang sangat karena aku baru tertidur selama sekitar satu jam setelah semalaman itu dalam perjalanan dari Jakarta menuju rumah di pinggiran kota Bandung ini, ditambah dinginnya udara kota kembang, membuatku enggan menggerakkan badan untuk sujud di 2/3 malam itu.

Namun, tak lama ketika aku hendak merapatkan selimut.

Terdengar sayup suara mama yang sedang membaca surat Ar Rahman..

Aaah.. Seperti tersihir aku mendengarnya, tiba-tiba rasa hangat menelusup perlahan ke sekujur tubuhku.. Air mata pun meleleh, hanyut dalam ayat-ayat yang membawaku mengingat kebesaran Allah.

Fabiayyi aalaai robbikumaa tukadzziba..

Maka nikmat mana lagi yang kan kau dustakan??

Aku merenung dalam… Betapa besar nikmat dan kasih sayang yang telah Dia berikan kepadaku..

Fabiayyi aalaai robbikumaa tukadzziba..

Kembali rilih suara mama membacakannya

Menambah deras air mata yang cukup membuat bantal kesayanganku basah kuyup

Semakin aku tenggelam dalam perenungan yang dalam.

Sedang semuanya Dia ciptakan begitu indah untukku, semuanya… ya .. semuanya..

Dia menjadikanku sempurna,

Dia berikan semua yang terbaik untukku,

Mama yang penyayang,

Papa yang hebat,

Adik-adik yang menyenangkan,

Semuanya yang membuat rumah sederhana ini bercita rasa surga

Dan milyaran bentuk kasih Allah Ya Rahmaan lainnya terlimpah untukku..

Untuk semua itu, akupun masih enggan menghadapNya, bersujud dan mensyukuri semua yang Dia

Astagfirullah

Ampuni hambaMu ini ya Allah, sadar akan kelemahan, sadar akan segala khilaf dan alfa, sadar jarang sekali hamba bersyukur atas segala nikmat ini..

Ampuni Ya Ghofuur..

..

Dengan langkah mantap aku bangun, bergegas mengambil air wudhu..

Dengan kerinduan yang membuncah… bersujud dihadapanMu

..

Makasih Ma, kelak aku ingin bisa menjadi mama sepertimu yang mengenalkanku pada Allah yang kini sangat kurindu..

Read Full Post »

Mencintaimu, Mama…

Hari ini aku menangis Ma.. Mengingatmu…

Rindu mama, seketika bayang-bayang mama hadir seperti film lama yang diputar kembali. Tak terasa air mata jatuh membasahi pipi dan jilbabku.

Terimakasih ma, atas cintamu kepadaku 21 tahun ini. Mamaku sayang, mama yang selalu membuatku tegar setiap menghadapi masalah, mama yang mengajariku mencintai, mengajariku bersabar, mengajariku tegar, mengajariku bagaimana menghargai, mama yang membuatku berusaha untuk selalu menjadi yang terbaik…

Mama..

atas do’a yang senantiasa terpanjatkan untukku disetiap sujud-sujud panjangmu di 1/3 malam terakhir, disetiap dhuhamu, disetiap saat mama mengingatku.. terimakasih mama.

Mama..

Ingatkan satu minggu yang lalu ketika mama mengantarku hingga bus menuju Jakarta? Ketika untuk puluhan milyar kali aku mencium tanganmu dan mama mencium keningku.. Mama menatapku dalam.. membelai kepala dan memelukku mesra.. Kau bilang, kau mencintaiku.. sungguh ma.. walau tak sanggup kukatakan saat itu, akupun mencintaimu.. sangat..

Selama perjalanan ke Jakarta itu, aku menangis mengingat semalam..

Ketika aku terbangun untuk shalat dan mengambil¬†air wudhu. Aku dengar¬†mama menyebut dan mendo’akanku dalam sujud tahajud mama. Sejak itu aku tau, do’amu telah berubah¬†tak lagi seperti yang dulu..¬†entah sejak kapan.. Kini kau sering mengajakku berdiskusi, bercerita tentang kedewasaan dan kehidupan orang-orang dewasa..

Aku juga ingat ketika mama bilang aku sudah dewasa sekarang, mungkin¬†sebentar lagi akan¬†ada seorang ikhwan shalih yang Allah ridho padaNya¬†datang lalu membawaku pergi.. Mama bilang tak apa-apa, mama ikhlas dan hanya iman yang menjadi syaratnya.. karena iman itulah yang akan membuat hidup kita barokah. Mama tau, setiap kali mama bahas itu,¬†membuatku ‘mati gaya’, membuat pipiku merona.. :”> aku malu ma..

Sejak itu, semakin banyak yang mama ajarkan padaku. ilmu-ilmu yang luarbiasa. dari mama aku belajar menjadi seorang istri, seorang ibu dan madrasah bagi keluarga dan masyarakat..

Sungguh Ma, aku tak ingin yang muluk-muluk.. aku hanya ingin selalu ada surga disetiap sisi rumah sederhana kita.. juga dirumah yang kelak akan kubangun bersama orang akan menjagaku semakin dekat dengan Allah, dan kami akan bahagia disana bersama jundi-jundi kecil kami.

Mama…

Aku tak dapat membalas apapun yang telah kau berikan padaku

dan akupun tau kau tak akan meminta sesuatupun dariku

tapi seperti harapanmu yang kini menjadi semangatku dipagi dan senja hari

aku ingin persembahkan makhota kemuliaan di surga itu padamu…

makhota yang telah Allah janjikan

untuk wanita setangguhmu.. mama..

 

Tanda cintaku padamu.. Mama…

Read Full Post »

Besar pasak daripada tiang :D

Yang bener aja bulan ini banyak banget yang milad (baca: ulang tahun) sama nikah. Hiks… Mana utang2 (ngasih kado sama K’Rani, Pa Zaki, Mba Ochi,¬†Mama,¬†k’Wili¬†dll)¬†kemarin juga belum terbayarkan, di tambah bulan ini buat papa, t’Erni, k’Qpeng, Ayang, k’Feddy¬†dan …

Huhu..huuhu.. :((

Waduh, gimana nih??? Uang My cukup g ya??? Jangan2 salary bulan ini cuma cukup buat beli gituan doank! Trus budget liburan panjang mana??? Sorry Din, Sar, Vit dan temen2 laen, kyknya liburan g kemana2 deh. Rencana qta ke Pengandaran gimana Ce? heuheu.. LIBURANKU cerahlah!! [-o<

Hmm… Jangan dulu bicara liburan panjang, Idul Adha yang udah didepan mata siap menguras tabungan juga. Tapi,, ups.. g jadi deh bawa2 Idul Adha, Alhamdulillah udah dibeli bulan kemaren.

Sekarang tinggal mikirin, buat fixed cost. Bayar asuransi, ongkos2, makan.. WaduuuHHHH!!! GuBrakKKk!!! Full budget!!

Qta liat 2 minggu lagi,, klo My masih bertahan berarti My keren tapi klo semua berantakan… terancam punah deh!!! Trus gimana nasib blog ini tanpa My?? Hiks… :((

Read Full Post »

Rabb.. Persaksikanlah..

Kemarin saya mengirim sebuah tulisan yang berjudul ‘Global financial crisis: bye America :)’ pada beberapa kawan dan mailing list. Paginya ketika saya membuka email, sudah ada cukup banyak email masuk yang mengomentari tulisan tersebut. Ada satu yang menarik, semua komentar menyatakan sepakat dengan tulisan tersebut namun ada satu milist yang ternyata berkomentar negatif dan mengatakan sombong. Walau hanya 2 orang namun itu membuat saya menyadari ternyata seperti itu saya dipandangan oranglain. Astaghfirullah..

Ya Allah bila Engkau menemukan kami sebagai orang-orang yang sombong, persaksikanlah kini niat kami ‚Äėtuk berubah menjadi ‚Äėabid-Mu yang penuh kerendahhatian.

Ya Allah, bolehlah dulu Engkau mendapati kami sebagai manusia-manusia yang egois

Tapi kini perkenankalah kami merubah rasa, sikap dan hati kami untuk menjadi manusia yang lebih peduli kepada sesama.

Ya Allah, bila Engkau pernah mendapati kami sebentar berbuat baik dan sebentar kembali berbuat jahat

Mohon Engkau tetapkan keistiqomahan bagi kami, agar kami bisa mengakhiri kehidupan dengan kematian yang membawa senyum.

Ya Allah, bila Engkau masih dapati kami dalam bagian orang-orang yang Engkau murkai, dalam bagian orang-orang yang Engkau hinakan, ubahlah keadaan kami hingga sesuai dengan jalan-Mu..

Ya Allah, kami bosan dengan keadaan kami, dengan keadaan yang bermandikan dosa dan alpa. Mohon sirami kehidupan kami dan hidupkan hati kami dengan cahaya-Mu.

Amiin…

Read Full Post »

Ya Allah, terlalu sering kami mempertanyakan kejadian yang menimpa,

seakan kami tak percaya akan rencana indah yang akan Kau berikan.

Ya Allah, begitu fasih diri ini mengeluh atas ujian yang Kau berikan,

karena keikhlasan yang belum bersemayam teguh dihati ini

Ya Allah, ajarkan kami ikhlas dan sabar

agar kami dapat menyongsong karunia yang sedang Kau persiapkan

Amiin…

.

.

Buat seseorang yang telah menjadi jalan pelajaran berharga yang Allah berikan ini, terimakasih.

Buat Mba Dyan, jazakillah bi jannah.. Semoga Allah membalas atas semua (dukungan, waktu, ilmu, nasihat, teh hangatnya ^_^ serta semua yang g bisa disebutin satu persatu) dengan surgaNYA.

Buat Anggun(sahabat baruku) dan kedua orangtuanya, ^_^ My sangat bersyukur telah mengenal kalian insya Allah ukhuwah ini selamanya terus terjalin.

Buat kedua orangtua, maafkan teteh Ma… Pa… Insya Allah akan jadi pelajaran berharga untuk kita sekeluarga.

Buat ‘My loving uncle’, ini membuatku semakin menyayangimu.

Buat Cece, makasih telah jadi kakak terbaik yang selalu ada disaat my butuhkan. Ana ukhibbuki fillah..

Buat semuanya, ingatlah selalu ada cerita inda dibalik setiap skenarioNya..

Syukron semuanyaaaaaa….. ^_^

Read Full Post »

Older Posts »