Feeds:
Posts
Comments

Archive for October, 2008

Satu tahun sudah aku bersamamu melewati hari-hari yang indah penuh hikmah.

Masih kental dalam ingatanku ketika pertama kali kita bertemu.. hihii ;)). Melelahkan mencarimu saat itu, bertanya pada hampir setiap orang yang kulewati dijalan. Alhamdulillah perjuanganku membuahkan hasil yang manis :). Aku sangat bersyukur karena Allah mempertemukan kita saat itu.

Untuk waktu-waktu selanjutnya selama satu tahun kita bersama. Aku sangat senang, hampir setiap hari kita berjumpa. Setiap pagi dengan semangat seorang mujahidah aku menemuimu(Cieee.. ehem.. ehemm), menanti kendaraan-kendaraan yang hendak mengantarku kapadamu dipagi hari yang sibuk dan panas, peluh yang mengucur karena kepanasan dalam mobil yang terjebak macet di jalanan ibukota serta naik turun jembatan penyebrangan yang ternyata memiliki multi fungsi yaitu sebagai tempat mengais rezeki bagi para pedagang dan pengemis. Sungguh selamanya takkan kulupakan.

Kamu sungguh special, kau mengenalkanku pada orang-orang hebat yang kemudian memberikanku banyak ilmu dan pelajaran. Ada Mas/K/Pa Hafid, Om Hatta, Pa/Mas Ponco, Pa Hari, Pa Ayub, K’Rani, Mas Yanto. Kamu juga semakin mendekatkan kami (K’Feddy, K’Wily, K’Qpeng, Cece dan aku sendiri). Kau pun mempertemukanku dengan orang-orang luarbiasa seperti Pa Zaki, Kanda, Pandu, Dewa, Bang Hakim, Mas Arifin dan Ivanka. Bersama semuanya Aku sangat bersyukur Allah telah mempertemukan kita..

Read Full Post »

Menurut konsep Ekonomi Islam, uang adalah uang, bukan capital, sementara dalam konsep ekonomi konvensional, konsep uang tidak begitu jelas. Misalnya dalam buku “Money, Interest and Capital” karya Colin Rogers, uang diartikan sebagai uang dan capital secara bergantian. Sedangkan dalam konsep ekonomi Syariah uang adalah sesuatu yang bersifat flow concept dan merupakan public goods. Capital bersifat stock concept dan merupakan private goods.  Uang yang mengalir adalah public goods, sedangkan yang mengendap merupakan milik seseorang dan menjadi milik pribadi (private good).

Islam, telah lebih dahulu mengenal konsep public goods, sedangkan dalam ekonomi konvensional konsep tersebut baru dikenal pada tahun 1980-an seiring dengan berkembangnya ilmu ekonomi lingkungan yang banyal membicarakan masalah externalities, public goods dan sebagainya. Konsep publics goods tercermin dalam sabda Rasulullah SAW, yakni “Tidaklah kalian berserikat dalam tiga hal, kecuali air, api, dan rumput.”

Persamaan fungsi uang dalam sistem Ekonomi Islam dan Konvensional adalah (more…)

Read Full Post »

Krisis keuangan Amerika Serikat saat ini, mulai merambah ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Pada tanggal 8 Oktober 2008, kemaren, IHSG tertekan tajam turun 10 %, demikian pula Nikken di Jepang jatuh lebih dari 9 %. Hampir semua pasar keuangan dunia terimbas krisis financial US tersebut.  Karena itu para pengamat menyebut krisis ini sebagai krisis finansial global. Krisis keuangan global  yang terjadi    belakangan ini, merupakan fenomena  yang mengejutkan dunia, tidak saja bagi pemikir ekonomi mikro dan makro, tetapi juga bagi para elite politik dan para pengusaha.

Agustianto

Dalam sejarah ekonomi, ternyata krisis sering terjadi di mana-mana melanda hampir semua negara yang menerapkan sistem kapitalisme. Krisis demi krisis ekonomi terus berulang tiada henti, sejak tahun  1923, 1930, 1940, 1970, 1980, 1990, dan 1998 – 2001 bahkan sampai saat ini krisis semakin mengkhawatirkan dengan  munculnya krisis finansial di Amerika Serikat . Krisis itu terjadi tidak saja di Amerika latin, Asia, Eropa,  tetapi juga melanda Amerika Serikat. (more…)

Read Full Post »

Mungkin bukan sebuah kebetulan, ditengah fenomena yang menjadi simbol runtuhnya pemikiran neo-klasik, tokoh ekonomi keynesian mendapatkan penghargaan tertinggi yaitu Nobel di bidang ekonomi. Apakah ini menjadi sinyal, bahwa ekonomi dunia akan memiliki skenario yang berbeda pasca krisis keuangan global? Apakah Era keemasan Keynesian akan kembali setelah terkubur lebih dari tiga dekade oleh kritikan pedas Milton Friedman? Kita yang akan menjadi saksi.

Bagaimana dengan ekonomi Islam? Dapatkah ia mencuri momen ditengah kebingungan filusuf ekonomi modern dalam menemukan ruh ekonomi? Selama ini ekonomi modern tidak pernah memiliki ruh apapun kecuali keserakahan dan keserakahan. Ia hidup dari dan untuk keserakahan. Sewajarnya ia sudah punah sejak dulu, tetapi kelicikan akal manusia masih terus mampu menambah usianya.
(more…)

Read Full Post »

By GEOFF MULVIHILL and ELLEN SIMON PRINCETON, N.J. — Paul Krugman, whose relentless criticism of the Bush administration includes opposition to the $700 billion financial bailout, won the Nobel prize in economics Monday for his work on international trade patterns.

The Princeton University professor and New York Times columnist is the best-known American economist to win the prize in decades.
The Nobel committee commended Krugman’s work on global trade, beginning with a 10-page paper in 1979 that knit together two fields of study, helping foster a better understanding of why countries produce similar products and why people move from the small towns to cities.
Krugman (pronounced KROOG-man) is best known for his unabashedly liberal column in the Times, which he has written since 1999. In it, he has said Republicans are becoming “the party of the stupid” and that the economic meltdown made GOP presidential nominee John McCain “more frightening now than he was a few weeks ago.”

(more…)

Read Full Post »