Setelah lama terhenti, akhirnya kini saya coba memulainya kembali.. Berbagi dalam tulisan-tulisan yang semoga memberi arti dan manfaat untuk kita semua. Kali ini saya awali dengan sebuah artikel dari sebuah majalah yang saya ketik ulang sendiri.
ASI paling tepat untuk bayi prematur
Sejak tahun 80-an telah diketahui bahwa ASI ibu dari bayi prematur ASI berbeda dengan ibu dari bayi normal. ASI bayi prematur memiliki kandungan proteinlebih tinggi, nitrogen nonprotein, lemak, energi, natrium, dan klorida, tetapi laktosa yang lebih rendah.
Kemungkinan hal itu disebabkan oleh perkembangan kelenjar susu yang belum sempurna dan masih sedikitnya aliran darah yang menyebabkan volume ASI-pun lebih sedikit dibanding ASI dari ibu dengan bayi normal. Tentunya, ini sesuai dengan berat badan bayi prematur.
Beberapa bukti bahwa ASI pada bayi prematur memberi banyak keuntungan:
- Ketajaman penglihatan dan kemampuan problem solvin kelak pada bayi prematur yang diberi ASI lebih baik dibanding yang tidak. Hal ini berkolerasi dengan kandungan DHA dan AA pada ASI.
- bayi prematur yang diberi ASI (apalagi disertai dengan metode perawatan kangguru) meningkat berat badannya lebih cepat dibanding yang tidak.
- Pemberian ASI akan menurunkan risiko terjadinya necrotizing enterocolitis, penyakit infeksi virus berbahaya, yang rentan menyerang bayi usia prematur.
ASI mengandung zat bioaktif
Bukan rahasia lagi, selain kandungan nutrsinya ASI mengandung sejumlah zat bioaktif yang pastinya sulit digantikan oleh susu formula manapun.
ASI mengandung hormon pertumbuhan dan faktor-faktor yang menstimulasi daya tahan tubuh si kecil. ASI mengandung protein antimikroba seperti imunoglobulin,sitokin, Kcasein, lisozim, laktoferin, haptocorrin-laktalbumin, dan lactoperoksidase yang tahan terhadap pencernaan bayi dan ikut membentengi tibuhnya dari bakteri dan virus. Suatu penelitian oleh Kassim dkk. menunjukkan ASI dari ibu yang tinggal di daerah endemik malaria mengandung antibodi terhadap parasit malaria yang akan melindungi anaknya, salah satunya laktoferin dan slgA. Begitu pula terhadap penyakit virus dan baktei tertetu, antara lain penyebab diare dan radang paru-paru.
Kandungan unik ASI bayi usia lebih dari satu tahun
American Academy of Pediatrics merekomendasikan ASI eksklusifselama enam bulan dan melanjutkannya hingga usia anak lebih dari satu tahun. Tak banyak penelitian yang mencoba mencari tahu kandungan ASI untuk bayi diatas satu tahun karena kebutuhan nutrisi bayi telah banyak diambil alih makanan tambahan, dan juga karena sedikitnya ibu yang menyusi hingga diatas usia satu tahun.
Kandungan ASI dari ibu yang memberi ASI hingga bayi mereka berusia diatas satu tahun diperiksa dan hasilnya ternyata kanungan ASI-nya sedikit berubah, terutama kandungan lemak dan energi yang secara signifikan mningkat. Ini sesuai dengan kebutuhan kalori si kecil yang juga makin meningkat. Lewat penelitian ini, Mandek dkk menyarankan untuki tidak membatasi waktu menyapih ASI sampai usia satu tahun saja. Berdasarkan sudut pandang antropologi, menyusui anak selama 2,5-7 tahun normal untuk anak manusia.
Berbagai manfaat pemberian ASI
“ASI adalah cairan biologis kompleks yang bersifat spesifik untuk tiap spesies, mengandung semua nutrisi yang diperlukan pertumbuhan fisik dan perkembangan seorang anak,” tegas Dr.I.G.N Ayu Partiwi, SpA, MARS. “Tiap ibu berpotensi muenyusui bayinya. Tuhan memberikan sarana kepada perempuan untuk bisa menyusui. Tapi menyusui perlu persipan jauh sebelum kelahiran”. Sehingga proses menyusui dan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dapat dilakukan.
Meskipun masih banyak rumah sakit yang memberi susu formula saat seorang ibu akan pulang membawa bayinya, namun bagi yang percaya diri tak akan bergeming dengan iming-iming tersebut. Hal ini dikemukakan dr. badriul Hegar, “Malah ibu itu mengakui ASInya tambah berlimpah karena aktif menyusui eksklusif.” Nah inilah agaknya yang harus terus disosialisasikan terutama kepada ibu-ibu yang bekerja. Sebab tak mustahil, ibu yang bekerja suka tidak percaya diri dan menduga ASInya akan habis jika tidak diberikan kepada bayinya. Atau ada yang menganggap ASI-nya akan basi. Padahal ASI perah yang disimpan dalam wadah yang memadai akan tetap tahan diberikan kepada bayi selama ibu bekerja.
Menurut Dr, Partiwi, Satgas ASI dari IDAI, proses Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dilakukan sejak awal proses kelahiran, sebagai proses stimulasi yang melibatkan panca indera bayi. Pelukan, belaian dan sentuhan yang diterima dipermukaan kulit bayi, suara degup jantung ibu akan memberi stimulasi sendiri kepada panca indera bayi yaitu pendengaran. Tatapan mata ibu pada bayi juga merangsang indera penglihatan bayi. Coba saja letakkan bayi baru lahir diperut ibunya, maka matanya akan bergerak mencari titik hitam yaitu putting ibunya dan aroma air ketuban serta jilatan dari jari-jarinya akan menuntun mulut si mungil menuju payudara ibu.
Sayangnya sampai saat ini meski Inisiasi Menyusui Dini (IMD) sudah semakin dikenal, namun masih banyak rumahsakit yang belum sepenuhnya menyediakan rooming-in, yaitu bayi dan ibu berada dalam satu ruangan yang sama. Mengapa begitu? Untuk proses IMD diperlukan skin to skin contact meski air susu belum keluar. Bagaimana mungkin bayi bisa sering kontak dengan ibunya jika tidak berada dalam satu ruangan yang sama. Padahal semakin sering skin to skin contact terjadi, maka kemungkinan besar bayi bisa sepenuhnya memproleh air susu pertama yang keluar yang disebut colostums. Kehadiran colostrums terjadi hanya seinggu saja jika bayi lahir normal. Disusul kemudian dengan foremilk yang lebih jernih dan hindmilk yang kedua-duanya disebut maturemilk.
Jika bayi satu ruangan denga ibunya, kesempatn untuk memperoleh colostrums secara penuh bisa terbuang seiring dengan berjalannya waktu. Sementara itu kehadiran colostrums pada anak yang lahir premature lebih panjang lagi sampai 15 minggu.
Begitu jaibnya dn hebatnya khasiat ASI melalui berbagai penelitian, menurut Dr. dr. I. G. N Partiwi, SpA. MARS, ketua satgas ASI IDAI, sebetulnya bayi tidak memerlukan makanan tambahan apapun selain hanya ASI dan ASI saja sejak berumur 0-6 blan. “Komposisi ASI selalu berubah sesuai dengan perkembangan usia bayi,” tuturnya.
Selain colostrums, foremilk dan hindmilk juga penting untuk bayi. Karena pada foremilk yang bening justru terapat zat kekebalan alami yang dibutuhkan bayi sedangkan pada hindmilk yang bentuk fisiknya lebih kental dan sarat lemak ini terdapt DHA yang amat dibutuhkan buah hati anda.
Dari majalah 9 months edisi Agustus 2009






Pertamax..
Waah.. dah ngeblog lagi…
Chayoo bunda, semangat lagi ngeblognya,
Semangat juga memberikan ASI ke buah hatinya..