Sabtu 02.30 am. di kota kelahiran..
Dingin menusuk sampai tulang membawaku terbangun dalam redupnya cahaya malam. Rasa kantuk yang sangat karena aku baru tertidur selama sekitar satu jam setelah semalaman itu dalam perjalanan dari Jakarta menuju rumah di pinggiran kota Bandung ini, ditambah dinginnya udara kota kembang, membuatku enggan menggerakkan badan untuk sujud di 2/3 malam itu.
Namun, tak lama ketika aku hendak merapatkan selimut.
Terdengar sayup suara mama yang sedang membaca surat Ar Rahman..
Aaah.. Seperti tersihir aku mendengarnya, tiba-tiba rasa hangat menelusup perlahan ke sekujur tubuhku.. Air mata pun meleleh, hanyut dalam ayat-ayat yang membawaku mengingat kebesaran Allah.
Fabiayyi aalaai robbikumaa tukadzziba..
Maka nikmat mana lagi yang kan kau dustakan??
Aku merenung dalam… Betapa besar nikmat dan kasih sayang yang telah Dia berikan kepadaku..
Fabiayyi aalaai robbikumaa tukadzziba..
Kembali rilih suara mama membacakannya
Menambah deras air mata yang cukup membuat bantal kesayanganku basah kuyup
Semakin aku tenggelam dalam perenungan yang dalam.
Sedang semuanya Dia ciptakan begitu indah untukku, semuanya… ya .. semuanya..
Dia menjadikanku sempurna,
Dia berikan semua yang terbaik untukku,
Mama yang penyayang,
Papa yang hebat,
Adik-adik yang menyenangkan,
Semuanya yang membuat rumah sederhana ini bercita rasa surga
Dan milyaran bentuk kasih Allah Ya Rahmaan lainnya terlimpah untukku..
Untuk semua itu, akupun masih enggan menghadapNya, bersujud dan mensyukuri semua yang Dia
Astagfirullah
Ampuni hambaMu ini ya Allah, sadar akan kelemahan, sadar akan segala khilaf dan alfa, sadar jarang sekali hamba bersyukur atas segala nikmat ini..
Ampuni Ya Ghofuur..
..
Dengan langkah mantap aku bangun, bergegas mengambil air wudhu..
Dengan kerinduan yang membuncah… bersujud dihadapanMu
..
Makasih Ma, kelak aku ingin bisa menjadi mama sepertimu yang mengenalkanku pada Allah yang kini sangat kurindu..



senangnya punya mama yang bisa menambah kecintaan pada NYa.
Senangnya punya anak yang bisa meneladaninya.
semoga aku dan anakku demikian juga. Amien.
Bismillah…
“fa bi ayyi aalaai robbikumaa tukadzdzibaan…???”
Subhanalloh…semogha kita dapat mensyukuri ni’mat yang Allah berikan pada kita, apapun dan berapapun ni’mat itu…
lebih2 laghi ni’mat teragung yang berupa ni’mat Islam dan Ni’mat Iman…
Allahummaj’alnaa minasy Syaakiriin bi ni’amikal ‘udhmaa…
amien Yaa mujiibas saa-ilien…
walhamdulillah
NB: jazaakillah khoiron katsiiron atas kesediaannya dan kelonggarannya tuk ana link in my hum…
salam semangat from solo city…
wassalam
subhanalloh…….Ar-Rohmaan…(Maha Pemurah)
Alloh memurahkan seisi dunia ini tuk kita,tanpa minta pembayaran, tagihan, maupun hutang……sanggupkah kita mensyukuri semua nikmatNYA…? belum lagi nanti nikmat syurga dan siksa neraka….apaka kita sanggup menerimanya? hanya RahmatNYA lah yang sanggup menutupinya….wallohu’alaam
Masih dalam suasana hari ibu:
Selamat hari ibu buat maya, ibunya, serta seluruh ibu di dunia…
Smoga Allah senantiasa memberi keberkahan dan kemuliaan pd kalian semua…
Ar Rahman ya?
aq juga hafal my..
gimana? gimana?
Jadi ingat teh, waktu mabit di mifkho tahun lalu.
Teteh jadi imam QL dan baca arrahman, indah sekali..
Kami sampai menangis. Paginya Yusi bilang ingin jadi adik teteh. Dan ternyata Yusi benar, teh Maya itu teteh terbaik yang Yusi miliki. Makasih ya teh udah ajari Yusi banyak tentang Islam, udah mengenalkan Yusi sama Allah
ukhti, salam semangat slalu
senang rasanya aku bisa terdampar di sini.
Allah begitu baiknya pada kita, dan kita seringkali berpura-pura tidak merasa. Ah malu rasanya.
May ajari aku ngaji dunk… tos kolot kieu teh albaqarah we teu maju-maju… ya may ya..ya..ya
jika aku ditanya,
siapa orang yang paling bahagia saat ini?
akan ku jawab,
aku
menjadi satu-satunya putra
dari papa yang paling hebat sedunia
dari mama yang paling penyayang sedunia
menjadi adik dari satu-satunya kakak perempuan seperti teh Maya
perempuan cahaya
menjadi kakak dari adik-adik seperti Astri dan Wanda
yang sungguh sangat menyenangkan..
terimakasih Allah atas surga yang Kau beri disetiap sisi rumah kami..
bersyukur diberikan hati yang masih menyala mendengarkan ayat2 Al Quran
Maka nikmat mana lagi yang Kamu dustakan ..subhanallah…
BTW ukh may ..kok ada rayu-rayuan di sini yah…hati-hatilah para ikhwan … jari kita akan dihisab kelak…semoga blog tidak kita jadikan saran mengkhianati Allah SWT…
Allah maha mendengar..Allah maha melihat..afwan jiddan..
wah keren pa agus,
komentarnya menohok banget langsung kena sampe ketulang. hehehehe…
hayo.. coba… ada lagi nga yang berani ganguin mba My
salam kenal en piss.
wah…mas tomi…bener bgt tuh…hehe…
Lets see…apakah akan ada lagi yang bakal nge gangguin maya setelah comment dari Pak Agus…
mohon maaf yang teramat sangat untuk sahabat-sahabat yang commentnya saya hidden di tulisan ini..
saya mohon maaf yang sebesar-besarnya
hihih….maya sering banget dimarahin ma yang namanya agus…..hihih…. saling menasihati dalam kesabaran dan taqwa adalah sebuah kewajiban….
ka sadayana….assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh…..
mudah2an perjalanan kita selalu dalam rangka da’wah ilalLoh ya.
Do’akan juga ibu2 kita di Palestina… Rahim mereka ternyata sangat LUAR bIASA……Allohu Akbar.
– agus_ayyash-
hmm………..postingan ini………….postingan ini sangat kuat banget
semangat ya
serta salam hangat selalu
hanya dalam kesendirian
kau temukan tiada batas aman
setiap saat malakul maut menyiratkan
waspadalah dalam setiap intaian
saat syukur tak lagi berguman
tunggulah datangnya…..
maka,
masih pantaskah nikmat kau dustakan?
mata menatap segala benda
mulut menganga menyantap segala rasa
tiada jugakah hati bisa merasa?
segeralah bersujut,
mintalah ijin untuk mengenalnya
mintalah ijin untuk Dia mau kau kenal
jangan sampai terlambat tertutup oleh
hijab yang tercipta oleh diri
salam,
subhanallah..tulisan ukhti mengingatkanku pada maharku saat menikah,mengingatkanku pada mama….mama tercinta yang saat ini belum merasakan indahnya islam…semoga allah berkenan memberi mama hidayah islam dan hijrah ke islam…dek my….bunda senang dan bahagia sekali kenal blog my,,bunda mencintai my karena Allah,,