Kemarin saya mengirim sebuah tulisan yang berjudul ‘Global financial crisis: bye America
‘ pada beberapa kawan dan mailing list. Paginya ketika saya membuka email, sudah ada cukup banyak email masuk yang mengomentari tulisan tersebut. Ada satu yang menarik, semua komentar menyatakan sepakat dengan tulisan tersebut namun ada satu milist yang ternyata berkomentar negatif dan mengatakan sombong. Walau hanya 2 orang namun itu membuat saya menyadari ternyata seperti itu saya dipandangan oranglain. Astaghfirullah..
Ya Allah bila Engkau menemukan kami sebagai orang-orang yang sombong, persaksikanlah kini niat kami ‘tuk berubah menjadi ‘abid-Mu yang penuh kerendahhatian.
Ya Allah, bolehlah dulu Engkau mendapati kami sebagai manusia-manusia yang egois
Tapi kini perkenankalah kami merubah rasa, sikap dan hati kami untuk menjadi manusia yang lebih peduli kepada sesama.
Ya Allah, bila Engkau pernah mendapati kami sebentar berbuat baik dan sebentar kembali berbuat jahat
Mohon Engkau tetapkan keistiqomahan bagi kami, agar kami bisa mengakhiri kehidupan dengan kematian yang membawa senyum.
Ya Allah, bila Engkau masih dapati kami dalam bagian orang-orang yang Engkau murkai, dalam bagian orang-orang yang Engkau hinakan, ubahlah keadaan kami hingga sesuai dengan jalan-Mu..
Ya Allah, kami bosan dengan keadaan kami, dengan keadaan yang bermandikan dosa dan alpa. Mohon sirami kehidupan kami dan hidupkan hati kami dengan cahaya-Mu.
Amiin…



Karena..setiap orang punya pendapat yang berbeda.
Bagus kok blognya..
Baru 2 orang yang mengkritik aja udah loyo….
seoroang du’at jangan cepet minder….or pundungan…..
Bangkitlah Negeriku Harapan itu Masih ada
Berjuanglah Bangsaku Jalan itu masih Terbentang
Dalam banyak kesempatan, Uk mungkin pernah menjelaskan kepada orang banyak tentang berbagai masalah dan Uk yakin bahwa semua cara telah Uk lakukan. Uk merasa bahwa semuanya telah jelas, dan bahkan sangat jelas. Tapi kemudian Uk mungkin terhenyak karena ternyata para pendengar/pembaca tidak memahami penjelasan Uk.
Ini yang sy saksikan dan juga sy rasakan di banyak kesempatan. Sy percaya bahwa kuncinya adalah satu dari dua hal; Pertama, mungkin karena tolak ukur yang kita gunakan dalam mempersepsi yang ia dengar/baca dan yang ia katakan berbeda, sehingga terjadilah perbedaan pemahaman; Kedua, mungkin karena ucapan/tulisan yang kurang jelas, meski Uk yakin bahwa Uk telah menyampaikannya dengan jelas.
boleh baca nggak tulisan itu? tlg kirim ke bundakirana@yahoo.com ya.. makasih:)
amin…:)