Yusuf Estes Before. Islam merupakan agama yang tidak hanya terpesat perkembangannya di dunia tetapi juga lebih menarik perhatian kaum wanita di berbagai belahan dunia. Begitu kata mantan pendeta asal Amerika Serikat (AS) yang memeluk Islam sejak 1991, Yusuf Estes. Subhaanallah memang Islam itu agama yang indah dan lengkap, terlebih bila ditegakkan dalam bingkai Khilafah.”Perbandingan antara wanita dan pria yang memeluk Islam adalah 10 berbanding dua,” katanya di depan ratusan orang warga Kristen dan Muslim yang memadati aula kota (City Hall) Brisbane, Australia untuk mendengarkan ceramahnya tentang Islam yang damai Ahad (22/06) .
Ulama Muslim AS yang merupakan imam di sebuah instalasi militer AS di Texas dan pendakwah di Biro Penjara
Federal AS sejak 1994 itu mengatakan, kaum wanita yang kini lebih dominan sebagai pemeluk Islam daripada pria ini menunjukkan ketertarikan mereka pada agama yang menempatkan posisi mereka tinggi dan mulia.
“Mengapa lebih banyak wanita yang memeluk Islam dari kaum pria? Apakah karena mereka mau dipukuli (pria Muslim)?” katanya bergurau untuk menepis anggapan keliru sejumlah pihak di luar Islam bahwa hak-hak wanita tidak dihormati dalam Islam.
Islam tidak menyalahkan kaum wanitanya atas apa yang dilakukan oleh Hawa yang bersama Nabi Adam memakan buah kuldi yang dilarang Allah SWT sehingga mereka diturunkan ke bumi dan diampuni Allah kekhilafan mereka.
“Dalam Islam, kita (setiap manusia) bertanggung jawab terhadap apa yang kita lakukan…,” katanya.
Dalam ceramahnya yang berlangsung sekitar satu setengah jam dan dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab itu,
Yusuf Estes juga memaparkan fakta bahwa jumlah umat Islam kini mencapai lebih dari 1,2 miliar jiwa dan menjadikannya agama dengan perkembangan terpesat di dunia.Namun, kendati Islam diturunkan Allah SWT di jazirah Arab, tidak berarti bahwa Islam identik dengan Arab. Bahkan, lebih dari 80 persen pemeluknya adalah orang-orang non-Arab, katanya.Ia mencontohkan bagaimana banyak orang di Amerika terkejut dan mereka-reka alasan orang-orang tenar masuk Islam, seperti saat mereka pertama kali mengetahui petinju legendaris, Cassius Marcellus Clay Jr, masuk Islam tahun 1975 dan berganti nama dengan Muhammad Ali.
Hal yang sama juga menimpa publik Inggris saat mereka mengetahui penyanyi kenamaan mereka, Cat Stevens, memeluk Islam dan berganti nama dengan Yusuf Islam, katanya.
Ingrid Mattson – Mualaf Amerika yg skrg aktif BerdakwahApa yang dikatakan Yusf Estes memang benar, bahwa Islam menjadi agama yang menarik bagi kaum muslimah. Seperti di Inggris, kerapkali muslimah di negeri tersebut menyerukan Islam pada wanita-wanita melalui seminar-seminar dan diskusi-diskusi khusus muslimah.Bahkan wanita Muslimah di Barat sebenarnya berperan juga dalam dakwah Islam serta perjuangan politik.Cahaya Islam benar-benar bersinar di Barat. Demikian pula dakwah kepada Islam gencar mulai dari Eropa seperti di Inggris, Denmark, Prancis, Belanda hingga benua Amerika seperti di kota New York, California dan negeri Canada. Walaupun demikian barat tak henti-hentinya mengkampanyekan buruk tentang Islam dan pemeluknya. Karena itulah beberapa komunitas Muslim di Barat menggelar “Stand for Islam” seperti di Inggris untuk menjelaskan Islam yang sebenar-benarnya.
Di atas kursi hadirin tersedia sebuah paket berisi CD bertajuk “Why do Priests and Preachers Enter Islam” (Kenapa Para Pendeta Masuk Islam?) dan dua buku masing-masing berjudul “The Key to Understanding Islam” (Kunci Memahami Islam) serta “Muhammad the Messanger of Allah” (Muhammad Utusan Allah).
Paket itu disediakan Organisasi Keislaman “Discover Islam Australia” yang mendukung dakwah Yusuf Estes untuk memperkenalkan Islam yang damai kepada komunitas Australia di Brisbane.
Dalam ceramahnya yang berlangsung sekitar satu setengah jam itu, mantan pendeta asal Texas yang lahir dan besar dalam sebuah keluarga Kristiani yang taat ini menjelaskan berbagai aspek tentang Islam.
Dengan bahasa Inggris Amerika yang sesekali diselingi dengan gurauan segar, imam di sebuah instalasi militer AS di Texas dan pendakwah Islam di Biro Penjara Federal AS sejak 1994 itu menjelaskan konsep ketuhanan, kenabian, kitab suci, kedudukan Mariam (Bunda Maria) dan Nabi Isa AS (Jesus), hingga kedudukan para nabi, kaum wanita dan anak-anak, serta jihad menurut Islam.
Yusuf Estes juga membandingkan konsepsi Islam tentang ketuhanan, kenabian dan kedudukannya, serta kedudukan kaum wanita dan anak-anak dengan konsepsi Kristiani yang bersumber dari Perjanjian Baru (Injil).
Mantan delegasi Konferensi Tingkat Tinggi Perdamaian PBB untuk Para Pemimpin Agama itu mengatakan, Islam tidak menyalahkan kaum wanita atas apa yang dilakukan oleh Hawa yang bersama Nabi Adam memakan buah kuldi yang dilarang Allah SWT, sehingga mereka diturunkan ke bumi dan diampuni Allah kekhilafan mereka.
“Dalam Islam, kita (setiap manusia) bertanggung jawab terhadap apa yang kita lakukan…,” katanya.
Tentang anak-anak yang dilahirkan, Islam berpandangan bahwa setiap anak mendapatkan rahmat dan dirahmati. Karena itu, menurut Islam, setiap anak yang meninggal dunia akan masuk surga terlepas dari agama apa pun yang dianut oleh orang tua mereka, kata Yusuf Estes.
ratusan orang yang tampak mendengarkan ceramahnya dengan seksama itu. “Islam berarti berserah diri (surrender) kepada perintah Allah dan senantiasa damai atas apa pun yang menimpa diri kita,” katanya.Yusuf Estes mengatakan, orang-orang yang mengikuti ajaran Islam dengan sebenar-benarnya akan senantiasa siap sedia terhadap apa pun yang menimpa diri mereka. Di dalam Islam, kejujuran merupakan nilai baik yang bersifat wajib bagi setiap diri Muslim.“Jangan pernah berbohong walaupun itu hanya sekadar untuk bergurau. Karena itu, Muslim tidak melakukan gurauan terhadap Muslim lainnya, kitab-kitab suci, dan seluruh nabi dan rasul yang diyakini Islam, termasuk Isa AS (Jesus),” katanya.
Bagi mereka yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Islam dan alasan mengapa dia memeluk Islam, Yusuf Estes merekomendasikan beberapa situs internet yang bisa dirujuk, seperti http://www.yusufest es.com/, http://shareislam. com/, http://www.hearisla m.com/, dan http://chatislam. com/
Ceramahnya di “City Hall” Brisbane itu merupakan puncak kegiatan dakwahnya guna membangun pemahaman yang benar dan lebih proporsional tentang Islam dan Muslim kepada komunitas non-Muslim Australia di beberapa kota di negara bagian Queensland.
Salah faham dan ketakutan (fobia) terhadap Islam masih terus terjadi di masyarakat Australia sebagai akibat dari rendahnya pemahaman mereka terhadap Islam serta pemberitaan media setempat yang keliru dan tidak proporsional tentang Islam dan umat Islam.
Hasil penelitian pakar studi-studi keislaman dari Universitas Griffith, Halim Rane, bertajuk “Knowing One Another: An Antidote for Mass Media Islam” menegaskan besarnya sumbangan media Australia terhadap penciptaan kesalahpahaman publik ini.
Yusuf Estes mengawali misi dakwahnya pada 9 Juni lalu di Masjid Lutwyche. Di masjid ini, dia mengupas masalah konflik dan koherensi. Seterusnya pada 10 Juni, dia memberi ceramah di Universitas Griffith.
Selama di Brisbane itu, Yusuf Estes pun mengupas kilas balik perjalanan spiritualitas dirinya, bagaimana kehidupan Muslim di Dunia Barat, serta memberikan lokakarya tentang dakwah Islam di Masjid Kuraby, Holland Park, Darul Uloom dan Gold Coast.
Kategori : Muslim Convert News
Oleh : Redaksi 23 Jun 2008 – 7:00 pm



Wah bagus banget nih May. Subhanallah. Sayang typographinya aja yang agak2 gimana gitu….
Keep writing.
Alhamdulillah ada seorang ulama bule yg berdakwah tentang Islam di negeri yg juga kebanyakan bule non Islam. Mudah-mudahan Allah selalu memberi kemudahan kepada Yusuf Estes dan organisasi Islam di Barat yg menyebarkan pemahaman Islam yg benar. Amin
Alhamdulillah ada Bule-Bule(untuk perempuan) dan Pale-pale(untuk laki-laki) mulai masuk islam.
hmmm…nice,gw suka…soalnya selama ini gw ga tau perkembangan islam di belahan dunia lain seperti apa?yang dilihat hanya islam di negara kita saja,itu juga ribut terus yang di tayangin…