Huuuuaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Akhirnya bisa nulis juga!!
Udah lebih dari satu minggu absen, g nahan…
Hemh… Semua yang berhubungan dunia ‘maya’ tak tersentuh sedikitpun kecuali YM.
Blog ini juga, ada buuuaaaaannnyyyyaaakkkk banget yang pengen aku tulis.
Hasrat menulisku tak kuasa lagi ku bendung. =D
“Dari mana aja sih May??”
Tanggal 22 Juli kemarin aku pulang ke Bandung nunggu Mama yang udah hampir satu minggu terbaring sakit di RSHS. Sebel banget.
“Lho koq nunggu mama sebel???”
Bukan nunggu mama yang bikin sebel. Tapi, sebel gara-gara engga dikasih tau sebelumnya sama keluarga semua kalo mama lagi sakit. HIks..
Tapi gpp, engga ada kata terlambat buat birrul walidain khan?!
Aku mau sedikit berbagi cerita sama temen-temen semua berkaitan dengan sakitnya mamaku.
Sesampainya di Bandung aku langsung ke Rumah Sakit tempat dimana Mama berada. Mama terkulai lemas berbaring di atas ranjang Rumah Sakit itu, wajahnya terlihat pucat dengan mata yang sayu. Ketika aku datang Mama sedang tertidur pulas, tak kuasa ingin memeluknya tapi aku takut mengganggu tidurnya dan membuat Mama terbangun. Kucium tangannya seperti yang biasa kulakukan ketika baru datang atau hendak pergi, lalu kukecup dahi dan kedua pipi Mama. Melihat beliau, membuatku teringat kisah-kisahku dulu ketika aku masih sering bersamanya. Ketika aku sakit Mamalah yang paling setia menemaniku, menjagaku, merawatku hingga sembuh. Tak jarang Mama tidak tidur semalaman karena menungguku yang sedang demam. Dan kini ketika Mama sakit, aku baru datang menemui makhluk mulia ini, padahal sudah lebih dari satu minggu beliau sakit. Maafkan Teteh Ma…
Seharian menunggu beliau, sorenya aku pulang kerumah untuk melihat adikku yang masih kecil. Sampai dirumah… Masya Allah!!! Mataku terbelalak melihat kondisi rumah yang seperti habis terkena gempa dahsyat, berantakkan sekali. Hemh… Ini dia masalahnya. Mama sakit, rumah engga keurus. Dirumah aku mulai masak buat makan malem aku dan adikku, Papa (pulang kerja langsung ke RS). Kurapikan rumah sebisaku malam itu. Esok paginya, aku mulai lagi merapikan rumah, membersihkan semua yang kotor, mencuci baju, memasak, menyetrika, pokoknya semua deh, itu terjadi selama beberapa hari ini aku dirumah. Aku merasa jadi ibu rumah tangga betulan. Melelahkan, ternyata jadi wanita karier yang bekerja dari pagi sampai sore(bahkan hampir engga pernah aku pulang sore, selalu malam… keasyikan kerja jadi males pulang. Hehe…) engga ada apa-apanya dibandingkan jadi ibu rumah tangga. Aku jadi berfikir kembali, mampukah aku jika saat ini diamanahi pekerjaan baru sebagai ibu rumah tangga??? Rasanya BELUM.
Lama kurenungi, betapa tak mudah jadi seorang mama, ibu rumah tangga. Pekerjaan yang tak pernah ada habisnya, melelahkan namun selalu memiliki tenaga lebih untuk melakukan tugas seorang ibu mendidik dan membesarkan putra-putrinya dengan sangat baik sekaligus menjadi istri yang taat pada suami. Ah Mama… Betapa selama ini aku jarang sekali berterimakasih padamu.
Polling Yuk?!
Kalau kelak tiba saatnya dihadapkan pada dua pilihan :
1. Sukses sebagai wanita karier, atau
2. Jadi ibu rumah tangga
Mau pilih yang mana HAYOOOOOO????????????!!!!




Sediiiih
dasar wanita..
Sebelum nikah bagusnya jadi wanita karier, setelah nikah baru jadi ibu rumah tangga aja May…
Btw, kapan Maya mau nikah?
mnrt aye….ehm 22 ny aje de,,,asl bs manage wkt,,,,atw ga slma msh sndr jd wnt karier, trus klo da pny jagoan jagoan cilik ya fokus ma jagoan2 qt……
@ ddtprdty
sedih knp?
@ ardiansyah
usul bagus…
Kapan ya Maya nikah? Manusia hanya bisa berencana, Allah sudah menentukan waktunya. Kalau rencana Maya c pengennya sekitar usia 25an (5tahunan lagi) masih banyak yang ingin diraih Ka,,Hehe… Mohon do’anya ya ^_^
@ ink ink
YUPS… SETUJU!!!!
hehehhe lebih enak jadi Ibu loh !!!!
aq bener merasakan bngt betapa susahnya jadi seorng ibu.
maka dari itu jgn pernah mengecewakan ibu.
I love mama.
wew….klo aq akhwat yang pastinya mendingan jadi Ibu Rumah Tangga…..karena seorang akhwat tuh paling gampang masuk surga dan juga paling gampang masuk neraka…bila suami sudah mapan….mendingan jadi IRT za, berbakti pada swami n bisa bareng si jundi cilik FULL TIME…heheh….wallohua’lam….
jadi dua-duanya ok insyaAllah (lha gw gt sih)… as long as karirnya itu tetep jaga batas2 yah n anak tetep mendapat curahan kasih sayang jg trus bisa tetep membahagiakan suami jg. dari beberapa temen yg istrinya IRT kok mereka cenderung merasa kesepian ya… tapi itulah hebatnya IRT… ^^
jadi dua-duanya, asal bisa bagi waktu dan jika suami izinkan.
subhanallah…..pengorbanan seorang ibu…..
semoga Alloh menjadikan kita hambaNYA yang pandai mensyukuri nikmatnya dan berbakti pada ayah dan ibu